Sunday, February 14, 2010

..cinta seorang petualang..

saat ku pandang mentari..
ku ingin secerah dirinya..
saat ku lihat batu karang..
ku berharap sekokoh dia..

dan,,
saat ku tatap pelangi..
ku berusaha menahan kesedihan ini..
karena ku tak mampu mewarnai dunia seperti nya..

biar lah aku seperti ini..
tak peduli yang terjadi,.
ku percaya semua hanya mimpi..




itulah sepenggal puisi yang dituliskan oleh seorang petualang saat dirinya merenung, sendiri dan sepi. sinar matanya mulai redup,wajahnya terlihat pucat, dan bibir pun membiru. semua harapan seakan menjauhinya. namun, tiba-tiba dilemparkannya secarik kertas berisi puisi tersebut. karena itulah puisi terburuk yang pernah dia tulis. "dari mana kata-kata busuk ini muncul?" pikirnya.

memang sebelumnya tak satupun puisi bernada pesimistis pernah dia tulis. entah mengapa dirinya sekarang menjadi seperti ini, apakah karena harapan yang hampir pupus ataupun karena fisiknya yang mulai melemah. aku tak pernah tahu itu. yang ku tahu semangat hidupnya tak pernah luntur.

sesuai dengan dugaanku, dia pun mencoba bangkit. tapi tak semua dugaanku tentangnya benar, dia yang selama ini terlihat tangguh dan kuat ternyata untuk menutupi hatinya yang rapuh. dan baru sekarang aku tahu bahwa dia selalu bisa bertahan hanya karena satu alasan :cinta:, kecintaannya pada semua orang yang masih maupun pernah menyayanginya membuat dia selalu bisa bertahan. dan dititik dua enam tiga tujuh dia pun berdiri, menatap langit dan meneriakkan semangatnya.




akhirnya dia meneruskan petualangannya, mencari tantangan baru, puncak yang lebih tinggi, serta panorama yang lebih indah.

No comments:

Post a Comment